Putra Ratu Inggris, Pangeran Charles Positif Virus Corona COVID-19

Putra Ratu Inggris, Pangeran Charles Positif Virus Corona COVID-19


Pangeran Charles, ayah dari Pangeran William dan Harry, dinyatakan positif terinfeksi virus corona COVID-19. Sang pangeran dikabarkan masih bekerja dari rumah dengan gejala ringan yang dialami.

Mengutip Telegraph, perwakilan Clarence House mengatakan, "Saat ini kondisi Pangeran Charles baik-baik saja. Ia hanya merasakan gejala ringan dan sudah bekerja dari rumah selama beberapa hari belakangan seperti biasa."

Pangeran Charles dan istrinya, Camilla, Duchess of Cornwall, pun saat ini mengisolasi diri di rumah mereka di Skotlandia. Sang istri sudah melalui tes dan dinyatakan negatif.

Pangeran Charles dan Camilla melakukan tes setelah merasakan gejala yang diduga COVID-19. Belum diketahui pasti bagaiman putra tertua Ratu Elizabeth II itu terinfeksi, namun yang pasti, Pangeran Charles memang kerap bertemu banyak orang.

"Bukan tidak mungkin Sang Pangeran mendapatkan virus itu karena sering berkomunikasi sebagai tokoh publik selama beberapa minggu belakangan," kata juru bicara.

Dalam dua pekan terakhir, Pangeran Charles melakukan pidato saat makan malam untuk membantu kebakaran hutan Australia di London.

Virus Corona: India Lockdown, 1,3 Miliar Dikarantina Tiga Pekan

Seluruh penduduk India mulai menjalani karantina wilayah atau lockdown selama tiga pekan penuh, di tengah lonjakan kasus virus corona di negara itu.

Perdana Menteri India, Narendra Modi, mengatakan kepada penduduk India yang berjumlah sebanyak 1,3 miliar jiwa, bahwa satu-satunya cara menyelamatkan mereka dari virus corona adalah untuk tidak bepergian.

Virus Corona: India Lockdown, 1,3 Miliar Dikarantina Tiga Pekan


"Akan ada larangan total untuk keluar dari rumah Anda," kata Modi dalam pidato yang disiarkan televisi, Selasa (24/03).

"Seluruh negeri akan lockdown, lockdown total," ujarnya kemudian.

Dia mengimbau agar orang-orang tidak panik - tetapi orang banyak dengan cepat menyerbu toko-toko di ibu kota, Delhi, dan kota-kota lain, sebelum peraturan berlaku.

Belum jelas apakah nantinya warga boleh ke luar rumah untuk sekadar membeli makanan dan kebutuhan pokok lainnya, setelah aturan itu diterapkan.

Karantina wilayah ini ditempuh setelah terjadi peningkatan tajam kasus COVID-19 dalam beberapa hari terakhir.

Tercatat ada 519 kasus yang dikonfirmasi di seluruh India dan 10 kematian.

India - yang memiliki populasi 1,3 miliar - bergabung dengan daftar negara yang memberlakukan kebijakan lockdown.

Adapun di seluruh dunia, terdapat lebih dari 400 ribu kasus positif, berdasarkan data Universitas Johns Hopkins di Amerika Serikat.

Korban meninggal mencapai lebih dari 18.000 ribu orang.


Perdana Menteri India Narendra Modi mengatakan karantina wilayah dilakukan "untuk menyelamatkan setiap warga negara".

Korban meninggal mencapai lebih dari 18.000 ribu orang.


Modi memperingatkan bahwa jika India tidak "menangani 21 hari ini dengan baik, maka negara kita ... akan mundur 21 tahun."

"Kita harus membayar biaya ekonomi ini, tetapi [itu] adalah tanggung jawab semua orang."

Dua kemudian mengunggah status di akun Twitter-nya untuk memperingatkan bahwa pembelian barang secara berlebihan hanya akan menyebarkan penyakit.

Dia mengatakan pemerintah akan memastikan pasokan.

Akan tetapi, di Delhi dan pusat keuangan Mumbai, orang-orang yang khawatir akan kekurangan pasokan, cepat-cepat memadati toko dan apotek.

"Saya tidak pernah menyaksikan kekacauan semacam ini dalam hidup saya," ujar salah satu pemilik toko di distrik Shakarpur, Delhi, yang dikutip oleh Press Trust of India.

"Semua stok kami, termasuk beras, tepung, roti, biskuit, minyak nabati, telah terjual habis."

Polisi di kota sibuk Ghaziabad, di negara bagian Uttar Pradesh, berpatroli di jalan-jalan dengan megaphone untuk memberi tahu penduduk agar tetap tinggal di dalam rumah.

Orang-orang yang khawatir akan kekurangan pasokan, cepat-cepat memadati toko dan apotik


Dibawah kebijakan baru ini, semua bisnis yang tidak penting akan ditutup. Akan tetapi, rumah sakit dan fasilitas medis lainnya akan terus berfungsi seperti biasa.

Sekolah dan universitas tetap tutup dan semua pertemuan publik dilarang.

Siapa pun yang melanggar aturan baru akan menghadapi dua tahun penjara dan denda besar.

Dalam pidatonya, Perdana Menteri Modi juga mengungkap kebijakan-kebijakan lain:


  • Menekankan bahwa lockdown selama 21 hari "sangat perlu untuk memutus rantai virus corona"
  • Menekankan bahwa India dalam situasi serius dan mengatakan bahwa negara maju pun menghadapi masalah dalam memeranginya.
  • Mengatakan bahwa "jarak sosial adalah satu-satunya cara untuk menghentikan" penyebaran virus.
  • Mengumumkan bahwa pemerintah India menyediakan US$2 miliar untuk meningkatkan infrastruktur kesehatan negara itu.
  • Meminta orang-orang untuk tidak "menyebarkan desas-desus" dan mengikuti instruksi pemerintah

Pengumuman ini muncul setelah beberapa negara bagian India memperkenalkan langkah-langkah mereka sendiri, seperti pembatasan perjalanan dan penutupan layanan yang tidak penting.

India telah melarang kedatangan internasional dan penerbangan domestik.

Jaringan kereta api negara itu juga menangguhkan sebagian besar layanan penumpang.


Apa perkembangan lain di negara-negara Asia?


Apa perkembangan lain di negara-negara Asia?


  • Negara tetangga Pakistan melaporkan jumlah kasus yang dua kali lebih banyak dari India, yakni 878 kasus per Senin (23/03) malam. Pembatasan menyeluruh diberlakukan meskipun pemerintah telah menghentikan karantina wilayah atau lockdown. Namun, beberapa provinsi telah memberlakukannya secara independen. Tentara dikerahkan untuk menegakkan kebijakan pembatasan
  • Bangladesh yang melaporkan 33 kasus Covid-19 dan 3 kematian, juga mengerahkan militer untuk membantu menjaga jarak sosial dan meningkatkan tindakan pencegahan Covid-19. Militer juga akan memantau ribuan orang asing yang dikarantina. Di seluruh Asia Selatan, ada kekhawatiran bahwa jumlah kasus sebenarnya bisa jauh lebih tinggi dari yang dilaporkan
  • Indonesia, yang melaporkan 55 kematian akibat virus corona - yang tertinggi di Asia Tenggara - telah mengubah Wisma Atlet yang dibangun untuk Asian Games 2018 menjadi rumah sakit darurat ntuk pasien virus corona. Status tanggap darurat diberlakukan di Jakarta pada hari Senin (23/03)
  • Thailand akan mulai memberlakukan status tanggap darurat pada Kamis (26/03), termasuk penerapan jam malam dan pos-pos pemeriksaan. Empat orang dinyatakan meninggal dan 900 orang dinyatakan positif Covid-19
  • Negara terpadat di Asia Tenggara yang sebelumnya tanpa kasus Covid-19 telah mengumumkan dua kasus di negara itu


Bagaimana perkembangan di seluruh dunia?


  • Di negara-negara lain, pemerintah terus berupaya membendung penyebaran virus yang kini telah menyerang lebih dari 190 negara di seluruh dunia
  • Lebih dari 2,6 miliar orang menjalani karantina wilayah di seluruh dunia, setelah India menerapkan lockdown selama 21 hari, menurut penghitungan oleh kantor berita AFP
  • Eropa tetap menjadi pusat pandemi. Pada Selasa, jumlah kematian melonjak 514 dalam satu hari di Spanyol dan negara-negara Eropa lainnya juga melaporkan peningkatan tajam
  • Italia adalah negara yang terkena dampak terburuk di dunia dalam hal kematian. Virus ini telah membunuh hampir 7.000 orang di sana selama sebulan terakhir
  • Inggris menghabiskan hari pertamanya di bawah pembatasan baru yang ketat. Perdana Menteri Boris Johnson mengumumkan langkah-langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya pada hari Senin dan memerintahkan penutupan toko-toko yang menjual barang-barang yang tidak penting
  • Dan di AS, gubernur New York mengatakan pemerintah federal tidak mengirimkan peralatan yang cukup untuk memerangi krisis
  • Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah memperingatkan bahwa AS memiliki potensi untuk menjadi pusat pandemi baru
  • Dalam perkembangan lain, Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe mengatakan Komite Olimpiade Internasional telah sepakat bahwa Olimpiade Tokyo 2020 harus ditunda setahun.

0 Response to "Putra Ratu Inggris, Pangeran Charles Positif Virus Corona COVID-19"

Post a Comment

Disclaimer: Gambar ataupun video yang ada di situs ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel