Facebook Berusaha Menghentikan Penyebaran Misinformasi COVID-19

Karena COVID-19 terus menyebar ke seluruh dunia, begitu pula informasi yang salah tentang virus tersebut. Dalam upaya menghentikan penyebaran berita palsu tentang COVID-19, Facebook telah menghapus dan / atau melabeli jutaan postingan yang menyesatkan.

Penghapusan COVID-19 Facebook

Seperti yang mungkin sudah Anda ketahui, Facebook telah menjadi tempat berkembang biak bagi teori konspirasi dan informasi palsu COVID-19. Di kuartal ini Laporan Penegakan Standar Komunitas, terungkap bahwa Facebook telah menghapus 7 juta postingan yang berisi misinformasi COVID-19.

Mayoritas postingan ini berisi informasi yang menyesatkan tentang pengobatan COVID-19 palsu dan mitos pencegahan. Sementara itu, 98 juta unggahan menyesatkan lainnya mendapat label peringatan. Ini merupakan tambahan dari tindakan keras Facebook terhadap ujaran kebencian






Facebook Melarang Lebih Banyak Ucapan Kebencian, Termasuk Blackface
Perubahan Facebook pada Standar Komunitas bertujuan untuk mengurangi jumlah konten kebencian di situs tersebut. Termasuk kiasan blackface dan anti-Semit.
Baca lebih banyak

, yang juga menyebabkan penghapusan beberapa juta postingan pada kuartal ini.

Upaya Facebook untuk menghentikan misinformasi tidak hanya memengaruhi pengguna sehari-hari. Setelah Presiden AS, Donald Trump, memposting video wawancara Fox News-nya, Facebook segera menghapusnya. Dalam video tersebut, Trump menyebutkan bahwa anak-anak “hampir kebal” terhadap COVID-19, yang bertentangan dengan kebijakan Facebook tentang misinformasi COVID-19.

Facebook Memberikan Lebih Banyak Konteks ke Konten COVID-19

Mulai sekarang, setiap kali Anda membagikan tautan yang terkait dengan COVID-19, Anda akan menerima pemberitahuan. Pemberitahuan ini memberi tahu Anda berapa usia artikel tersebut, dan juga akan membantu Anda mengidentifikasi sumber aslinya.

Wakil presiden feed and stories Facebook, John Hegeman, menjelaskan tujuan pemberitahuan tersebut dalam sebuah Tentang Facebook pos, mengatakan:

Pemberitahuan tersebut akan membantu orang memahami keterkinian dan sumber konten sebelum mereka membagikannya.

Facebook berharap ini akan memaksa pengguna untuk berhenti dan berpikir sebelum mereka membagikan posting yang berpotensi menyesatkan. Satu-satunya pengecualian untuk pemberitahuan peringatan adalah lembaga kesehatan yang kredibel, seperti Organisasi Kesehatan Dunia.

Pop-up juga akan memberikan link ke Facebook Pusat Informasi COVID-19. Halaman ini memberi orang akses ke informasi COVID-19 yang dapat dipercaya dari organisasi kesehatan lokal dan global.

Cara Menemukan Kebenaran Tentang COVID-19 Secara Online

Misinformasi bisa menyebar seperti api. Setelah satu pos dibagikan, tidak ada yang tahu berapa kali pos itu akan diedarkan. Upaya Facebook untuk mengekang penyebaran misinformasi COVID-19 diharapkan akan membantu meredam mitos tentang virus tersebut.

Untuk informasi akurat tentang pandemi ini, lihat situs-situs yang dapat Anda percayai untuk informasi tepercaya tentang COVID-19






Coronavirus COVID-19: 15 Situs yang Dapat Anda Percayai untuk Informasi Terpercaya
Jangan tertipu oleh berita palsu seputar pandemi virus corona. Berikut sumber berita terpercaya dan terpercaya yang wajib Anda kunjungi.
Baca lebih banyak

.

Pengungkapan Afiliasi: Dengan membeli produk yang kami rekomendasikan, Anda membantu menjaga situs tetap hidup. Baca lebih lajut.

0 Response to "Facebook Berusaha Menghentikan Penyebaran Misinformasi COVID-19"

Post a Comment

Disclaimer: Gambar ataupun video yang ada di situs ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel