Kemnaker Ajak Semua Klub Daftarkan Pemainnya Jadi Peserta BPJS

Posted on
Jakarta

Pesepakbola sekarang dalam proses diakui sebagai penyerbu yang diakui pemerintah. Penuaan memberikan asuransi kesehatanMenutupi Program BPJS.

Pemerintah sedang mengkaji aturan sistem olahraga nasional melalui Komisi X DPR RI. Kemudian dilanjutkan dengan audiensi pada 1 September antara Asosiasi Pemain Profesional Indonesia (APPI) dan Komisioner X DPR RI.

Saat itu, API menuntut agar para pemain diakui pemerintah sebagai sebuah profesi. Tujuannya agar para pesepakbola diakui sejajar dengan karyawan lain di Indonesia.

Tidak ada catatan klub kehilangan pemain atau pemain yang mengalami cedera serius dengan cara ini. Baru-baru ini, APPI telah meluncurkan program wajib kepesertaan pesepakbola profesional dari BPJS Ketenagakerjaan (Kementerian Tenaga Kerja Republik Indonesia), Komisi XI DPR RI dan BPJS Klub.

“APPI datang ke kantor kami dua bulan lalu untuk membayar gaji yang belum dibayarkan atas transfer kasus Rahmat Perseus. Mereka mengadu ke Disnaker. Tanggapannya waktu itu (pemain sepak bola) adalah hobi. katanya. Kementerian Tenaga Kerja Republik Indonesia Dita Indah Sari di Jakarta, Senin (22/11/2021).

“Setelah itu kami berbicara dengan APPI dan rekrutmen. Akhirnya kami berbicara dengan PSSI dan PT LIB dan banyak klub lain seperti Persia, Perseib, Baangara dan Barito juga. Diskusinya apakah pemain sepak bola ini pekerja atau bukan. Pekerja?” dia berkata.

“Kami memiliki kebijakan tidak mengambil alih kekuasaan dari Kementerian Dalam Negeri, baik itu PSSI, PT LIB atau Kemenpora atau lembaga dan kementerian lain, karena draft perjanjian baku dengan PSSI berdasarkan kasus saya,” tegasnya.

Setelah melalui banyak diskusi, akhirnya disepakati bahwa sepak bola adalah sebuah profesi. Kementerian Tenaga Kerja telah menyatakan bahwa seorang pemain adalah seorang karyawan selama dia memiliki kontrak.

Penting dibaca:  Europa Conference League: Roma Gasak Zorya 4-0

Terkait hal ini, Kementerian Tenaga Kerja telah mempelajari hubungan antara pemain dan klub di bawah undang-undang PSSI. Akibatnya, klub dan pemain memiliki hubungan sebagai pion dan gaji.

Menurut Kementerian Tenaga Kerja, dalam hal ini, pemain sepak bola berhak mendapatkan perlindungan. Salah satu syarat perlindungan pemain adalah klub mendaftarkan pemainnya ke BPJS.

“Harus ada hubungan kerja agar kita curiga kita pegawai. Syaratnya ada tiga.

“Alhamdulillah PT LIB sangat terbuka, jika ya, ini syarat penuh klub untuk mengikuti kompetisi atau tidak,” ujarnya.

Dengan pengakuan ini, pemain sepak bola kini bisa mendaftar sebagai peserta BPJS. Ketika seorang pemain cedera, BPJS dapat membayar perawatan pemain tersebut.

APPI berharap BPJS ini menjadi jawaban atas keprihatinan yang melanda para pemain sepak bola Indonesia. Artinya, para pemain kini bisa fokus berlatih di lapangan dan menunjukkan yang terbaik di lapangan.

“Jadi ketika berlatih dan bertanding, ingin sesuatu terjadi, kecelakaan kerja, maka ada perlindungan. Dari pengobatan dan perawatan hingga pemulihan,” ujar Legal APPI Jannes Silitonga.

“Karena biaya pengobatannya mahal dan tidak bisa dokter umum, harus dokter spesialis. Sekarang ini biayanya besar dan peran jaminan sosial ada di sini,” katanya.

“Ada 16 klub Premier League dan beberapa klub Liga 2. Tapi tidak semua pemainnya dilindungi BPJS.

(Mulut / kr)

Penting: Lihat daftar Frekuensi Dan Biss Key  Sepakbola Untuk Televisi Parabola Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *