Cara Daftar UMKM Online Terbaru dan Dapatkan BLT 1,2 Juta

Diposting pada

Pemerintah telah menganggarkan 15,36 triliun untuk Program Bantuan Usaha UKM dan rencananya akan disalurkan kepada 12,8 juta penerima. Oleh karena itu banyak para pelaku bisnis yang mencari informasi tentang cara mendaftar UMKM secara online.

Untuk mendaftarkan UKM sebagai calon penerima, tentunya pelaku usaha harus memenuhi sejumlah prasyarat. Untuk lebih jelasnya berikut informasi mengenai cara daftar MMSE secara online dan syarat lainnya terkait syarat dan ketentuan pembuatannya.

Ikhtisar, definisi, dan fitur UMKM

Sebelum membahas tentang cara mendaftar UMKM secara online, ada baiknya untuk mengetahui apa itu UMKM dan apa saja persyaratannya. Untuk lebih memahami jenis-jenis UMKM yang sedang Anda kembangkan.

UMKM sendiri merupakan singkatan dari usaha mikro, kecil dan menengah. Jenis usaha ini dapat diartikan sebagai usaha yang dijalankan oleh perorangan atau badan usaha, yang mengacu pada jenis ekonomi wirausaha.

UMKM-di-Bank Dunia

Menurut Bank Dunia, UMKM dibagi menjadi tiga kategori berdasarkan staf, aset dan pendapatan. Jenis-jenis UMKM yang dimaksud adalah:

1. Usaha Mikro

Usaha jenis Usaha Mikro meliputi usaha yang memiliki karyawan minimal 30 orang. Sementara itu, pendapatan tahunannya kurang dari $3 juta.

2. Usaha Kecil

Tidak seperti usaha mikro, usaha kecil adalah jenis usaha dengan setidaknya 100 karyawan.

3. Organisasi menengah

Sedangkan untuk jenis usaha menengah, jumlah karyawan kurang dari 300 orang, dengan pendapatan tahunan $15 juta dan total aset $15 juta.

UMKM: Menurut undang-undang

Dalam UU no. IKLAN. IKLAN. IKLAN. IKLAN. Pada MMSE 2008, pemerintah mengkategorikan bisnis berdasarkan aset dan penjualan. Jenis bisnis ini dibagi menjadi tiga kategori:

1. Usaha Mikro

Usaha mikro dalam UMKM adalah usaha produktif yang dimiliki oleh perorangan atau badan usaha yang disyaratkan oleh undang-undang. Margin keuntungan usaha mikro jenis ini dalam satu tahun tidak melebihi 300 juta triwulan.

Sementara itu, jumlah total properti yang dimiliki atau ditempati adalah $ 50 juta, tetapi jumlah itu tidak termasuk tanah dan bangunan komersial.

Dalam jenis bisnis ini, manajemen keuangan sering disamakan dengan keuangan pribadi. Contohnya adalah pemasar kecil, pedagang grosir, penata rambut, penjual, dan banyak lagi.

2. Usaha kecil

Usaha kecil adalah jenis usaha yang dimiliki secara pribadi dan dimiliki oleh badan swasta tetapi bukan merupakan anak perusahaan dari perusahaan lain.

Kekayaan bersih dari jenis bisnis ini berkisar dari $ 50 juta hingga $ 500 juta dan penjualan tahunan berkisar dari $ 300 juta hingga $ 2,5 miliar. Pengelolaan keuangan lebih profesional dalam jenis usaha ini dibandingkan dengan usaha mikro.

Beberapa contoh usaha kecil UKM antara lain bengkel sepeda motor, rumah makan kecil, usaha fotokopi, katering dan lainnya.

3. Organisasi menengah

Sedangkan yang disebut usaha menengah pada UMKM adalah ekonomi produktif yang mandiri yang dimiliki oleh individu dan bisnis. Namun, jenis usaha ini bukanlah badan usaha atau cabang lain.

Tidak termasuk tanah dan bangunan, jenis bisnis ini bernilai lebih dari 500 juta birr dan maksimum 10 miliar birr. Sementara itu, keuntungan tahunan lebih dari $ 2,5 miliar dan maksimum $ 50 miliar.

Jenis bisnis ini dijalankan secara profesional di bawah sistem manajemen keuangan yang terpisah dan legal. Beberapa contohnya adalah toko roti, toko, dan restoran besar.

UMKM yang terbagi secara statistik

Kelas-Statistik UMKM

Dari jenis-jenis UMKM sebelumnya, komponen statistik UMKM yang meliputi jumlah pegawai, pendapatan, aset dan sumber daya lebih banyak bertumpu pada banyak sektor ekonomi.

  • Pertanian, Peternakan, Perikanan dan Kehutanan.
  • Keuangan, jasa dan sewa.
  • Bisnis, restoran dan hotel.
  • Penggalian dan penambangan.
  • Air bersih, listrik dan gas.
  • Transportasi dan komunikasi.
  • Konstruksi.
  • Melayani.
  • Industri pengolahan.

Karakteristik dan Persyaratan UMKM

Fitur-dan-persyaratan-UMKM

Berdasarkan perkembangannya, UMKM dapat dibedakan menjadi beberapa karakteristik. Saat ini, setidaknya ada 4 kriteria UKM:

1. Aktivitas hidup

Artinya, UMKM umumnya bergerak di sektor informal dan dijadikan sebagai peluang kerja untuk mencari nafkah.

2. Usaha Mikro

Itulah sifat UMKM.

3. Perusahaan Variabel Kecil

Yaitu jenis UMKM yang sudah memiliki jiwa wirausaha dan dapat menerima operasi subkontrak dan ekspor.

4. Organisasi gerakan cepat

Itulah jenis UMKM yang sudah memiliki jiwa wirausaha dan dapat mengubah usaha menjadi besar.

Masalah yang dihadapi oleh UMKM selama epidemi

Masalah: ditemui: UMKM - selama epidemi

Sebagai usaha mandiri, pertumbuhan UMKM sangat bergantung pada penjualan. Sedangkan pada saat wabah, perekonomian masyarakat melemah akibat kebijakan PPM dan banyak terjadi pengurangan perusahaan.

Hal ini menjadi kendala bagi para pelaku UKM karena mereka harus berjuang keras dan mencari nafkah, meskipun keuntungan mereka sangat berkurang.

Beberapa masalah yang dihadapi oleh UKM selama wabah antara lain:

  • Penurunan daya beli karena situasi ekonomi yang sulit dimana banyak orang yang menganggur dan tidak memiliki penghasilan tetap.
  • Ada kendala dalam pendistribusian karena kebijakan PPKM diterapkan di banyak daerah.
  • Sulitnya memperoleh pinjaman modal dari sejumlah besar pelaku usaha untuk meminjamkan modal dengan suku bunga tinggi.
  • Masalah akses bahan baku dan keterlambatan produksi karena keterbatasan mobilitas masyarakat.

Berkaitan dengan permasalahan tersebut, pemerintah berupaya memulihkan kondisi ekonomi masyarakat dan dunia usaha melalui berbagai program bantuan. Salah satu program yang sangat bermanfaat bagi pelaku usaha adalah BLT UMKM atau BPUM.

BLT UMKM ini khusus diperuntukan bagi pelaku UMKM yang terkena wabah penyakit CVD-19. Tujuannya adalah untuk merehabilitasi perekonomian dan membuatnya kembali produktif.

Manfaat BLT UMKM

Manfaat: BLT-UMKM

Bantuan pemerintah dalam program BLT UMKM diharapkan menjadi solusi yang layak untuk Rp 1,2 juta per orang dan tambahan modal untuk memungkinkan pengusaha untuk bertahan hidup dan mencari nafkah.

BLT UMKM yang diberikan pemerintah kepada pelaku usaha dapat memberikan manfaat yang cukup besar karena kegiatan usaha yang dilakukan dapat berkelanjutan dengan tambahan modal yang diberikan.

Tambahan modal ini digunakan untuk meningkatkan produktivitas dan membuka usaha baru dengan potensi yang lebih menjanjikan sebagai modal karena usaha sebelumnya belum berkembang.

Keberhasilan dunia usaha selama epidemi akan membuka peluang baru untuk mengatasi dampak epidemi. Namun, untuk menerima BLT UMKM, Anda harus memenuhi semua persyaratan.

Persyaratan bagi UMKM untuk mendaftar secara online

Persyaratan: Daftar-UMKM-Online

Sebelum masuk ke pembahasan tentang cara mendaftar MMSE, penting untuk mengetahui persyaratan umum pendaftaran. Persyaratannya adalah sebagai berikut:

1. Persyaratan umum

  1. warga negara Indonesia atau warga negara Indonesia.
  2. Tidak bekerja sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), atau TNI/POLRI, dan tidak bekerja di BUMN atau BUMD.
  3. Calon Penerima BPUM dari Koperasi dan Dinas Usaha Kecil Menengah setempat Memiliki usaha skala mikro yang bersertifikat.
  4. Saat ini ia tidak menerima pinjaman dari bank atau KUR.

2. Persyaratan dokumen

  1. Lampirkan fotokopi KTP KTP Anda.
  2. Melampirkan Kartu Keluarga (KK).
  3. Melampirkan nomor induk usaha (NIB).
  4. Lampirkan foto usaha UMKM Anda.
  5. Melampirkan SPTJM (Pernyataan Tanggung Jawab Penuh) kepada koperasi lokal dan usaha kecil dan mikro.
  6. Sertifikat Kepemilikan UMKM, Surat Keterangan Usaha (SKU), Nomor Izin Usaha (NIB) dan Izin Usaha Mikro dan Kecil (IUMK).

Bagaimana NIB bekerja?

Bagaimana NIB bekerja?

Salah satu syarat bagi UMKM untuk mendaftar secara online adalah melampirkan Nomor Induk Usaha (NIB). Bagi yang tidak, Anda dapat melakukan banyak prosedur berikut.

  1. Pertama, silahkan buat akun OSS (Online Single Delivery) pada website OSS berikut di oss.go.id/oss.
  2. Jika sudah berhasil masuk ke halaman tersebut, klik menu Register di pojok kanan atas.
  3. Silahkan isi data diri Anda pada kolom yang tersedia.
  4. Setelah proses pendaftaran selesai, Anda dapat mengaktifkan akun Anda melalui kunci aktivasi.
  5. Selanjutnya silahkan masuk ke akun OSS Anda dan isi data yang dibutuhkan.
  6. Jika Anda memilikinya, Anda dapat kembali ke halaman OSS dan masuk menggunakan akun yang telah diaktifkan sebelumnya.
  7. Username dapat diisi melalui email bila bagian password diisi dengan password yang dikirimkan ke email sebelumnya.
  8. Selanjutnya silahkan klik menu Micro Authorization dan klik New Submit.
  9. Anda dapat mengisi semua informasi yang diperlukan seperti nama usaha, bidang usaha, kegiatan usaha, lokasi usaha, alamat usaha, lokasi usaha, jumlah karyawan, hingga perkiraan hasil penjualan. Jika sudah penuh bisa langsung klik Save Data.
  10. Kemudian klik Simpan dan Lanjutkan untuk mengunduh NIB (Nomor Registrasi Bisnis).
  11. Selanjutnya silahkan klik tombol proses NIB dan ikuti langkah-langkahnya dan klik tombol NIB.

Ditulis Ulang oleh paketinternet.id dari sumbernya

Penting dibaca:  Cara Menghilangkan Tanda Online dan Typing di WhatsApp